Rabu, 15 Mei 2013
Selama dua
tahun bersekolah di sebuah sekolah menengah atas yang terletak di dekat lampu
merah kota Rangkasbitung. Hari ini adalah hari yang paling berkesan dalam hidup
seorang anak perempuan yang bernama A, ia adalah seorang anak kelas XI SMA.
Saat acara perpisahan kelas XII berlangsung, semua anak kelas XII yang pernah
ia jumpai saat mengenakan seragam putih abu-abu, kini 90
menjadi
cantik dan tampan karena mengenakan jas dan kebaya dengan make-up yang membuat
semua mata terpanah untuk memandang, bahkan A sampai tidak mengenal wajah kaka
kelasnya yang terlihat lebih berbeda saat di sekolah... salah satunya seorang
anak laki-laki tertampan yang pernah mengisi hati A selama kurang lebih 2
tahun. B tampil dengan mengenakan jas berwarna abu-abu, tampak hampir lebih
berbeda dari anak laki-laki yang memakai jas lainnya. Hal itu yang membuat A
mudah untuk menemukan B saat orang-orang berlalulalang dalam jalannya acara itu.
Sebuah
keinginan A yang sangat ia harapkan dan sudah matang ia pikirkan dari jauh-jauh
hari sebelum acara perpisahan kelas XII itu berlangsung yaitu ingin berphoto
bersama dengan B. Akan tetapi rasanya sulit si A untuk mendapatkannya, karena
telah didapati beberapa informasi dari beberapa teman dekat B, bahwa B adalah
orang yang paling sangat susah untuk di ajak berphoto dengan teman-teman
sekelasnya apalagi dengan A. Namun fikiran A tidak terbatas, ia masih mempunyai
banyak cara khusus dikepalanya agar ia bisa mendapatkan photo B meski A tidak
dapat berphoto disebelah B. Lalu A menyuruh seorang adik kelasnya mengambil
photo B.
Bagi A rasanya
sudah bisa melihat B tersenyum itu sudah membuatnya separuh bahagia walau satu
keinginannya tidak terwujud. Keempat teman A yaitu (L,M,N,S) yang sedang duduk
manis diantara kursi yang telah disediakan dalam acara tersebut sepertinya
sudah merasa cukup puas dan senang karena keempatnya bisa berphoto bersama
dengan orang yang mereka kagumi. Namun bagaimana dengan A…?. sungguh 180
berbanding
terbalik dengan keempat temannya.
A menitipkan
sebuah amplop bergambar cartoon angry birds yang berisi beberapa lembar surat
kepada teman dekat B, agar suratnya dapat tersampaikan di tangan B.
A hanya
menanggapi beberapa kaka kelasnya yang meminta bantuannya untuk mengambil photo
kaka kelasnya. Setelah selesai A membalikkan arahnya dan ia melihat anak
laki-laki yang pernah A kagumi, begitu juga dengan C yang juga pernah mendekati
A, bersama dengan dua orang anak perempuan dan satu orang laki-laki yang juga
pernah mendekati A saat A masih berada di bangku kelas X SMA. C meminta tolong kepada A, agar A mau
mengambil photo keempat orang tersebut, Lantas apa yang terjadi ? keempat teman
A yang sedang duduk manis itu menjadi tertawa seketika melihat A yang sedang
mengambil photo C bersama perempuan lain.
Saat bantuannya
sudah terasa cukup, A mengembalikan camera kepada pemiliknya lalu keempat teman
A bersama dua orang perempuan teman C menyuruh dan membuat A dengan C agar berphoto bersama.
“Bukan ini
yang aku inginkan, yang aku inginkan hanya berphoto dengan B…” ungkap A dalam
hati.
Sebelumnya A
telah berdiri di tengah-tengah C dan D, namun sebuah keganjalan terjadi karena
seseorang dari antara teman-teman A telah menarik D hingga akhirnya A dan C
bisa berphoto bersama. Keadaan itu membuat hati A tertawa lepas all hasil semua
photo yang telah di ambil tidak ada satupun yang bagus :)
Ketika A ingin
mengambil handphone yang sedang tercharger di pojok aula, ia bertemu dengan
adik kelasnya yang ia anggap hampir mirip alias KW2 dengan wajah B. tanpa
sebuah perkenalan A berphoto dengan E, dan A hanya tertawa singkat.
“Bukan ini
juga yang ku harapkan…” ungkap A dalam hati.
Setelah
laporan adik kelas A diterima, A melihat hasil pekerjaan adik kelasnya itu.
Namun hal itu sama sekali justru membuat A tidak bahagia melainkan ia sedih dan
sedikit marah karena setelah di lihat pada camera SLR ternyata hasilnya
kebanyakan photo C bukan photo B. kemudian A menyodorkan camera SLR kepada kaka
kelas yang ada didepan adik kelas A untuk mengambil photo B. hasil kedua telah
A dapatkan meskipun ia hanya mendapatkan 2 buah photo B yang terlihat sedang
mengambil photo teman-teman sekelasnya.
Saat hati
terasa sudah mulai lelah menanti, A dan keempat temannya memutuskan untuk
meninggalkan acara itu. Setelah menginjak perkiran tampak terdapat B dan
beberapa temannya disana. Langkah kaki terhenti dan keempat teman A mempunyai
niat untuk membuat A agar bisa berphoto bersama B, namun A menolaknya karena A
telah memiliki pandangan yang berbeda dengan temannya. Tidak lama B masuk ke
dalam dan A memutuskan kembali melangkahkan kakinya. Di luar pagar parkiran
terdapat kendaraan beroda dua yang tidak asing di mata A, benar saja karena
kendaraan itu adalah kendaraan milik B yang sering A lihat didepan kost’an B.
“Nah itu ada
motornya.. udah mendingan yang di photo motornya aja..” ungkap A menampilkan
wajah bercanda, meski sesungguhnya hatinya terasa sedih.
“Tadi ada yang
punya motornya engga mau photo bareng, bagian motornya aja mau..” ujar M
“Sekalian
Platnya di Photoin tuh…” ungkap N
“Gue heran
sama lo A..” ungkap L
A hanya
terdiam, hatinya mulai sudah terasa hambar…
****
Malam pun
tiba, sebuah pesan masuk terlihat di matanya dari B. B mengucapkan terimakasih
atas surat A yang panjang seperti membaca cerpen dan ia juga mendoakan A, agar
kelak apa yang dicita-citakan A dapat terwujud. Seketika A melihat dinding
jejaring social B, setelah dipahami satu-persatu rangkaian kalimat yang
diterjemahkan oleh A, namun apa yang ia dapatkan bahwa B ternyata telah menyukai
seorang anak perempuan namun bukan A orangnya.. Hatinya seketika sesak menahan
air mata dan ia menangis di jalan seraya menyelusuri malam. Betapa dramatis
sekali kisah A hingga ia harus merasakan sedih yang mendalam mengetahui siapa
orang yang ada di hati B tanpa ia harus bertanya kepada teman-teman B.
semalaman penuh A menangis hingga rasanya ia ingin teriak, tetapi ia tidak jadi
teriak karena ia sadar diri tinggal dipertengahan rumah warga yang jaraknya
tidak terlalu jauh.
Kini
pertanyaan yang telah tertulis di surat itu, bahkan pertanyaan itu telah hadir
saat pertama A menyukai B, telah terjawab oleh A sendiri tanpa ia terlebih
dahulu harus bertanya langsung teman-teman terdekat B atau dengan B sendiri . Dan
di dalam pernyataan surat itu adalah jika surat A sampai ditangan B berarti A
akan mengikhlaskan B dan menghapus rasa sukanya kepada B, dan justru sebaliknya
jika surat itu tidak sampai ditangan B berarti A harus melupakan B. Dan
akhirnya surat itu tersampaikan, seperti pernyataan A di surat itu ia akan
melakukannya dan akan mengikhlaskan B dengan sekuat hatinya..
Setelah kurang
lebih 2 tahun A menyukai B akhirnya, hari itu pula A mengakhiri rasanya untuk B
karena hatinya sudah cukup lelah
menunggu B. Lagi pula bulan ini adalah bulan terakhir B tinggal di kost’an yang terletak didepan sekolah A, dan setelah
itu yang tersisa hanya jejak-jejak B selama ia bersekolah di satu sekolahan
yang sama..
*SELESAI*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar