Selasa, 21 Mei 2013

Cerpen karya Est..


Rabu, 15 Mei 2013
Selama dua tahun bersekolah di sebuah sekolah menengah atas yang terletak di dekat lampu merah kota Rangkasbitung. Hari ini adalah hari yang paling berkesan dalam hidup seorang anak perempuan yang bernama A, ia adalah seorang anak kelas XI SMA. Saat acara perpisahan kelas XII berlangsung, semua anak kelas XII yang pernah ia jumpai saat mengenakan seragam putih abu-abu, kini 90  menjadi cantik dan tampan karena mengenakan jas dan kebaya dengan make-up yang membuat semua mata terpanah untuk memandang, bahkan A sampai tidak mengenal wajah kaka kelasnya yang terlihat lebih berbeda saat di sekolah... salah satunya seorang anak laki-laki tertampan yang pernah mengisi hati A selama kurang lebih 2 tahun. B tampil dengan mengenakan jas berwarna abu-abu, tampak hampir lebih berbeda dari anak laki-laki yang memakai jas lainnya. Hal itu yang membuat A mudah untuk menemukan B saat orang-orang berlalulalang dalam jalannya acara itu.
Sebuah keinginan A yang sangat ia harapkan dan sudah matang ia pikirkan dari jauh-jauh hari sebelum acara perpisahan kelas XII itu berlangsung yaitu ingin berphoto bersama dengan B. Akan tetapi rasanya sulit si A untuk mendapatkannya, karena telah didapati beberapa informasi dari beberapa teman dekat B, bahwa B adalah orang yang paling sangat susah untuk di ajak berphoto dengan teman-teman sekelasnya apalagi dengan A. Namun fikiran A tidak terbatas, ia masih mempunyai banyak cara khusus dikepalanya agar ia bisa mendapatkan photo B meski A tidak dapat berphoto disebelah B. Lalu A menyuruh seorang adik kelasnya mengambil photo B.
Bagi A rasanya sudah bisa melihat B tersenyum itu sudah membuatnya separuh bahagia walau satu keinginannya tidak terwujud. Keempat teman A yaitu (L,M,N,S) yang sedang duduk manis diantara kursi yang telah disediakan dalam acara tersebut sepertinya sudah merasa cukup puas dan senang karena keempatnya bisa berphoto bersama dengan orang yang mereka kagumi. Namun bagaimana dengan A…?. sungguh 180  berbanding terbalik dengan keempat temannya.
A menitipkan sebuah amplop bergambar cartoon angry birds yang berisi beberapa lembar surat kepada teman dekat B, agar suratnya dapat tersampaikan di tangan B.


A hanya menanggapi beberapa kaka kelasnya yang meminta bantuannya untuk mengambil photo kaka kelasnya. Setelah selesai A membalikkan arahnya dan ia melihat anak laki-laki yang pernah A kagumi, begitu juga dengan C yang juga pernah mendekati A, bersama dengan dua orang anak perempuan dan satu orang laki-laki yang juga pernah mendekati A saat A masih berada di bangku kelas X SMA.  C meminta tolong kepada A, agar A mau mengambil photo keempat orang tersebut, Lantas apa yang terjadi ? keempat teman A yang sedang duduk manis itu menjadi tertawa seketika melihat A yang sedang mengambil photo C bersama perempuan lain.
Saat bantuannya sudah terasa cukup, A mengembalikan camera kepada pemiliknya lalu keempat teman A bersama dua orang perempuan teman C menyuruh dan membuat  A dengan C agar berphoto bersama.
“Bukan ini yang aku inginkan, yang aku inginkan hanya berphoto dengan B…” ungkap A dalam hati.
Sebelumnya A telah berdiri di tengah-tengah C dan D, namun sebuah keganjalan terjadi karena seseorang dari antara teman-teman A telah menarik D hingga akhirnya A dan C bisa berphoto bersama. Keadaan itu membuat hati A tertawa lepas all hasil semua photo yang telah di ambil tidak ada satupun yang bagus :)
Ketika A ingin mengambil handphone yang sedang tercharger di pojok aula, ia bertemu dengan adik kelasnya yang ia anggap hampir mirip alias KW2 dengan wajah B. tanpa sebuah perkenalan A berphoto dengan E, dan A hanya tertawa singkat.
“Bukan ini juga yang ku harapkan…” ungkap A dalam hati.
Setelah laporan adik kelas A diterima, A melihat hasil pekerjaan adik kelasnya itu. Namun hal itu sama sekali justru membuat A tidak bahagia melainkan ia sedih dan sedikit marah karena setelah di lihat pada camera SLR ternyata hasilnya kebanyakan photo C bukan photo B. kemudian A menyodorkan camera SLR kepada kaka kelas yang ada didepan adik kelas A untuk mengambil photo B. hasil kedua telah A dapatkan meskipun ia hanya mendapatkan 2 buah photo B yang terlihat sedang mengambil photo teman-teman sekelasnya.
Saat hati terasa sudah mulai lelah menanti, A dan keempat temannya memutuskan untuk meninggalkan acara itu. Setelah menginjak perkiran tampak terdapat B dan beberapa temannya disana. Langkah kaki terhenti dan keempat teman A mempunyai niat untuk membuat A agar bisa berphoto bersama B, namun A menolaknya karena A telah memiliki pandangan yang berbeda dengan temannya. Tidak lama B masuk ke dalam dan A memutuskan kembali melangkahkan kakinya. Di luar pagar parkiran terdapat kendaraan beroda dua yang tidak asing di mata A, benar saja karena kendaraan itu adalah kendaraan milik B yang sering A lihat didepan kost’an B.
“Nah itu ada motornya.. udah mendingan yang di photo motornya aja..” ungkap A menampilkan wajah bercanda, meski sesungguhnya hatinya terasa sedih.
“Tadi ada yang punya motornya engga mau photo bareng, bagian motornya aja mau..” ujar M
“Sekalian Platnya di Photoin tuh…” ungkap N
“Gue heran sama lo A..” ungkap L
A hanya terdiam, hatinya mulai sudah terasa hambar…
                                                            ****
Malam pun tiba, sebuah pesan masuk terlihat di matanya dari B. B mengucapkan terimakasih atas surat A yang panjang seperti membaca cerpen dan ia juga mendoakan A, agar kelak apa yang dicita-citakan A dapat terwujud. Seketika A melihat dinding jejaring social B, setelah dipahami satu-persatu rangkaian kalimat yang diterjemahkan oleh A, namun apa yang ia dapatkan bahwa B ternyata telah menyukai seorang anak perempuan namun bukan A orangnya.. Hatinya seketika sesak menahan air mata dan ia menangis di jalan seraya menyelusuri malam. Betapa dramatis sekali kisah A hingga ia harus merasakan sedih yang mendalam mengetahui siapa orang yang ada di hati B tanpa ia harus bertanya kepada teman-teman B. semalaman penuh A menangis hingga rasanya ia ingin teriak, tetapi ia tidak jadi teriak karena ia sadar diri tinggal dipertengahan rumah warga yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Kini pertanyaan yang telah tertulis di surat itu, bahkan pertanyaan itu telah hadir saat pertama A menyukai B, telah terjawab oleh A sendiri tanpa ia terlebih dahulu harus bertanya langsung teman-teman terdekat B atau dengan B sendiri . Dan di dalam pernyataan surat itu adalah jika surat A sampai ditangan B berarti A akan mengikhlaskan B dan menghapus rasa sukanya kepada B, dan justru sebaliknya jika surat itu tidak sampai ditangan B berarti A harus melupakan B. Dan akhirnya surat itu tersampaikan, seperti pernyataan A di surat itu ia akan melakukannya dan akan mengikhlaskan B dengan sekuat hatinya..
Setelah kurang lebih 2 tahun A menyukai B akhirnya, hari itu pula A mengakhiri rasanya untuk B karena hatinya sudah  cukup lelah menunggu B. Lagi pula bulan ini adalah bulan terakhir B tinggal di  kost’an yang terletak didepan sekolah A, dan setelah itu yang tersisa hanya jejak-jejak B selama ia bersekolah di satu sekolahan yang sama..
                                                                 *SELESAI*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar