Permainan Bola Kecil
1. GOLF
Golf adalah permainan luar ruang yang dimainkan secara perorangan atau tim yang
berlomba memasukkan bola ke dalam
lubang-lubang yang ada di lapangan dengan jumlah pukulan tersedikit mungkin.
Bola golf dipukul dengan menggunakan satu set tongkat pemukul yang disebut klab
(stik golf).
Golf adalah salah satu dari permainan yang tidak memiliki lapangan permainan
yang standar, melainkan dimainkan di padang golf yang
masing-masing memiliki desain unik, dan biasanya terdiri dari 9 atau 18 hole(lubang).
Aturan utama dalam golf adalah “memainkan sebuah bola dengan stik golf dari
daerah tee (teeing ground) ke dalam lubang dengan satu pukulan atau
beberapa pukulan berikutnya sesuai dengan Aturan”.
Anatomi padang golf
Padang golf Damai Indah, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara
Bunker di Filton Golf Club, Bristol, Inggris
Olahraga
golf dimainkan di suatu lahan yang dirancang secara khusus. Lahan ini biasa
disebut lapangan golf atau padang golf (golf
course). Suatu padang golf memiliki sejumlah lubang (hole) yang
umumnya terdiri dari 9 lubang atau 18 lubang.
Pukulan
pertama dimulai dari teeing ground. Pukulan pertama ini
dinamakan teeing shot. Rumput di teeing ground dirawat
dengan baik. Setelah pukulan pertama, pemain memukul bola lagi dari posisi bola
terakhir setelah pukulan pertama. Bola itu bisa mendarat di fairway ataupun
di rough. Rumput di fairway dipotong pendek
sehingga bola mudah untuk dipukul. Sedangkan di rough, rumputnya
lebih panjang daripada di fairway sehingga bola sulit untuk dipukul. Pemain
terus memukul hingga bola masuk ke lubang (hole atau cup).
Setiap hole hanya memiliki satu lubang.Setiap hole biasanya memiliki rintangan
atau hazards. Rintangan terdiri atas dua macam yaitu; rintangan
air seperti sungai atau danau, dan bungker (bunker)
berupa cekungan berisi pasir.
Green mengacu pada area putting.
Di green, pemain hanya diperbolehkan memakai stik golf yang disebut putter.
Rumput di green dipotong sangat pendek sehingga bola bisa bergulir dengan
mudah. Lubang harus berdiameter 108 mm (4.25 inci), selalu berada di rumput dan
memiliki kedalaman sedikitnya 100 mm (3.94 inci). Cup biasanya selalu ditandai
dengan sebuah bendera sehingga pemain bisa melihatnya dari kejauhan.
Suatu course memiliki batas yang ditandai dengan pasak-pasak. Di luar tanda
itu, dinamakan zona out of bounds atau
singkatnya OB. Bila bola pemain mendarat di zona OB maka pemain
akan menerima penalti 1 pukulan dan mengulang pukulan dari tempat sebelumnya.
Pada
kebanyakan lapangan golf, ada beberapa fasilitas tambahan yang bukan merupakan
bagian course itu sendiri. Seperti practice range yang
disertai practice green, bunker, dan driving area tempat
melatih pukulan jarak jauh. Selain itu disediakan pula arena berlatih (practice
course) yang biasanya lebih mudah dan lebih pendek daripada lapangan golf
biasa.
Par
Hole diklasifikasikan
berdasarkan par. Par adalah jumlah pukulan yang diharapkan dapat dipenuhi
pegolf yang bermain ‘aman’, di setiap hole.
Sebagai
contoh, pada hole par 4, seorang pemain golf yang memiliki kemampuan diharapkan
untuk mencapai green dalam dua pukulan (satu kali teeing shot,
atau pukulan pertama, dan satu pukulan mendekati hole ‘approaching shot’), dan
melakukan dua kali putting untuk memasukkan bola ke lubang.
Dalam golf suatu hole bisa digolongkan ke dalam par 3, par 4,
atau par 5.
Par
suatu hole biasanya ditentukan berdasarkan jarak dari teeing
ground ke green. Jarak teeing ground ke green pada
suatu hole ber-par 3 adalah antara 100 sampai 250yard (91-244
meter). Hole ber-par 4 adalah 251-475 yard (225-434 meter),
sementara hole ber-par 5 lebih dari 476 yard (435 meter) walaupun ada
juga hole par 5 yang sejauh 600 yard (548 meter).
Pada sebagian besar padang golf 18 lubang, total pukulan adalah 72 kali yang
terdiri dari 4 lubang ber-par 3, 10 lubang ber-par 4, dan 4 lubang ber-par 5.
Par
sebuah hole dapat dinaikkan dan bisa pula diturunkan. Bila sebuah lapangan golf
digunakan untuk turnamen tingkat internasional, hole par 5 yang dinilai terlalu
pendek untuk ukuran rata-rata kemampuan pegolf kaliber internasional, maka
kebanyakan hole par 5 yang pendek akan diturunkan par-nya menjadi hole par 4.
Dalam kondisi seperti ini, adalah lumrah untuk kemudian bila kita menemukan
lapangan golf yang 70 par atau 71 par saja (bukannya 72 par lagi).
Bermain golf
Satu
ronde biasanya terdiri atas 18 lubang. Dalam golf ada dua jenis permainan:stroke
play dan match play. Pukulan pertama dipukul dari teeing
ground kecuali pada permainan yang disebut foursomes (dua
tim yang terdiri dari dua orang berkompetisi). Anggota dari setiap tim memukul
bergantian dengan menggunakan satu bola.
Pukulan-pukulan
selanjutnya dipukul dari posisi bola terakhir mendarat. Pukulan pertama
dari teeing ground disebut tee shot. Pukulan untuk
mencapai green disebutapproach. Selanjutnya pukulan
di green untuk menggulirkan bola ke lubang disebutputting.
Bila pemain berhasil memasukkan bola ke lubang tidak dari green,
maka pukulan itu disebut chip-in.
Dalam golf yang diincar adalah jumlah pukulan sesedikit mungkin.
Pemain harus memasukkan bola ke lubang dengan jumlah pukulan yang sedikit.
Makin sedikit makin baik.
Pemain
biasanya berjalan di lapangan untuk memukul bola selanjutnya, sendirian ataupun
dalam suatu grup yang terdiri dari dua, tiga, atau empat orang. Pemain juga
biasanya didampingi seorang caddy (caddie). Caddy bertugas membawa peralatan pemain
dan membantu pemain menyelesaikan suatu hole dengan memberi saran.
Skor
Skor dalam golf berbeda dengan skor
dalam permainan lain. Pemain menang bila mendapat skor yang sedikit (bahkan
hingga minus). Berbeda
dalamhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola”>sepak bola
atau bola basket yang menentukan grup dengan skor
terbanyak sebagai pemenang. Tabel skor golf:
Istilah papan skor
|
Spesifikasi istilah
|
Definisi
|
-3
|
double-eagle (albatross)
|
tiga pukulan di bawah par
|
-2
|
eagle
|
dua pukulan di bawah par
|
-1
|
birdie
|
satu pukulan di bawah par
|
0
|
par
|
jumlah pukulan sama dengan par
|
+1
|
bogey
|
satu pukulan di atas par
|
+2
|
double bogey
|
dua pukulan di atas par
|
+3
|
triple bogey
|
tiga pukulan di atas par
|
Selain
istilah-istilah di atas, ada juga yang dinamakan hole in one yaitu
memasukkan bola dari teeing ground ke lubang dalam satu kali
pukulan. Biasanya hole in one hanya terjadi pada hole ber-par
3.
Tipe pukulan dalam golf
Tee
shot
adalah pukulan pertama dari teeing ground. Tee
shot biasanya dilakukan dengan menggunakan driver (misalnya
1-wood) untuk hole yang panjang atau iron pada holeyang
lebih pendek.
Fairway
shot
Stik golf jenis iron atau wedge biasa
digunakan untuk melakukan pukulan ini.
Bunker
shot
Pukulan ini dilakukan jika bola mendarat di
atas bunker. Pukulan ini biasanya menggunakan sand wedge.
Punch atau knockdown
adalah pukulan rendah yang dilakukan untuk
menghindari cabang pohon atau angin yang kuat di atas.
Putting
adalah pukulan yang dilakukan di atas green dan
menggunakan putter dan bagi sebagian besar pegolf merupakan
pukulan tersulit.
Approach
shot
adalah pukulan yang dilakukan untuk
mendekatkan bola ke green. Pukulan ini biasanya dilakukan pada
jarak yang sedang atau dekat. Tipe approach shot terdiri dari
3 jenis:
- Pitch adalah approach shot yang
menerbangkan bola ke atas green atau dekat green. Pitch
shot biasa dilakukan dengan menggunakan iron 6
hingga lob wedge.
- Flop adalah approach shot yang
lebih tinggi lagi dan langsung berhenti sesaat setelah menghantam tanah.
Pukulan ini dilakukan ketika pemain harus menghadapi rintangan untuk
mencapai green. Flop biasa dilakukan dengan menggunakan stik
golf sand wedgeatau lob wedge.
- Chip adalah approach shot yang
rendah ketika bola terbang rendah dan kemudian bergulir mengarah ke green.
Peralatan
Bola golf
Stik golf
Ada
tiga tipe stik golf (club) yaitu: wood, iron,
dan putter. Wedge adalah iron yang
digunakan untuk memukul pada jarak yang pendek. Wood digunakan
untuk memukul jarak yang sangat jauh. Sedangkan iron pada
jarak menengah. Putter hampir selalu digunakan untuk melakukan
pukulan di atas green.
Tee digunakan untuk
melakukan tee shot di atas teeing ground.
Diameter
bola golf minimum adalah 42,67 mm dan harus bermassa lebih dari 45,93 gram. Ada
3 jenis bola golf.
Shaft
Shaft (tangkai) digunakan di antara grip dan
kepala club.
Peralatan lain
Pegolf
memakai sepatu khusus untuk golf dan mengenakan sarung tangan pada tangan sebelah kiri. Ada pula tee (pasak)
yang digunakan untuk melakukan tee shot di atas teeing
ground.
Amatir dan Profesional
Ada
dua jenis pemain dalam olahraga golf, yaitu “Amatir” (AM) dan Profesional
(PRO).
Pegolf Amatir
Pegolf
amatir adalah pegolf yang bermain golf untuk kesenangan pribadi, dan
berdasarkan kecintaan terhadap olahraga golf. Pegolf amatir tidak
menerima/tidak diperbolehkan menerima hadiah uang dalam bermain golf. Bila
terjadi pelanggaran, maka ‘status amatir’ pegolf ini akan hilang, dan tidak
bisa disebut pegolf amatir lagi. Status amatir adalah syarat untuk bermain
dalam turnamen amatir. Kehilangan status amatir akan mengakibatkan seorang
pegolf tidak bisa bermain dalam turnamen amatir.
Pegolf Profesional
Pegolf
profesional adalah pegolf yang menjadikan bermain golf sebagai pekerjaan.
Pegolf profesional diperbolehkan menerima hadiah uang dalam sebuah turnamen
profesional. Untuk menjadi pegolf profesional, seorang pegolf perlu mengikuti
semacam kualifikasi. Setelah lulus kualifikasi inilah seorang pegolf dapat
menyandang predikat pegolf profesional dan berhak memegang kartu tanda pegolf
profesional.
2. Bola Kasti
Sejarah Permainan Bola Kasti :
Permainan
bola kasti ialah permainan bola kecil yang berteknik dasar melempar, menangkap,
dan memukul ditambah dengan ketrampilan menghindari sentuhan bola. Permainan
ini dilakukan oleh 2 kelompok, dimana sebuah kelompok berfungsi sebagai penjaga
dan kelompok lainnya berfungsi sebagai pemain atau pemukulnya.
Olahraga ini termasuk olahraga
tradisional yang juga banyak diminati anak-anak remaja karena dalam permainan
kasti meningkatkan ketangkasan dan kekompakan regu atau pemain. Sehingga
melalui permainan kasti dapat menjalin hubungan persahabatan dan kerjasama yang
baik. Biasanya permainan bola kasti kebanyakan dilakukan pada waktu sore hari
dan kegiatan bola kasti dapat dilakukan oleh siapapun.
Istilah-istilah Umum dalam Permainan Kasti:
Ball
|
:
|
Bola yang dilemparkan pelambung salah, yaitu bola tidak
berada di atas tempat untuk memukul.
|
Strike
|
:
|
Bola yang dilemparkan pelambung benar, yaitu bola yang
dilemparkan meluncur di atas tempat pemukul antara lutut dan bahu pemukul.
|
Out
|
:
|
Bola yang dipukul jatuh di luar garis batas pelari.
|
Base
|
:
|
Tempat hinggap bagi seorang pemukul atau pelari.
|
Pitcher
|
:
|
Pelambung, dari regu jaga.
|
Catcher
|
:
|
Penangkap bola/penjaga belakang dari regu jaga.
|
Home Base
|
:
|
Base tempat memukul bola.
|
Mengetik
|
:
|
Mematikan lawan dengan cara menyentuh bola.
|
Membakar
|
:
|
Mematikan lawan dengan memegang bola sebelum pemain
sampai di base.
|
Home Run
|
:
|
Pemukul dengan pukulannya sendiri dapat kembali ke
ruang bebas secara langsung.
|
Teknik-teknik Dasar dalam Permainan Bola Kasti :
A. Teknik dasar melambungkan/melempar bola
Melambungkan
bola perlu dikuasai oleh pemain karena ini merupakan salah satu teknik dasar
yang menentukan dalam permainan, agar dapat melambungkan bola dengan baik
tekniknya antara lain:
1. Melambungkan bola ke atas
a. Berdiri dengan salah satu kaki di depan (kaki kanan
/kiri).
b.
Pegang bola dengan tangan kanan, sejajar dengan dada
c. Bola berada pada pangkal jari-jari, tangan kanan membuat cekungan dan menghadap ke atas.
d.
Tangan kanan di depan dada dengan siku sedikit ditekuk
dan tangan kiri didepan dada.
e. Tarik tangan kanan ke bawah hingga di samping belakang lutut.
f. Condongkan badan agak kedepan dan tekuklah kedua lutut.
g. Ayunkan tangan keatas dengan siku lurus.
h. Lepaskan bola disertai dengan lecutan telapak tangan kearah atas.
2. Melambungkan bola ke depan
Langkah-langkah melambungkan bola ke depan ialah sebagai berikut:
a.
Berdiri dengan kaki kiri di depan.
b.
Tangan kanan memegang bola.
c. Tangan kanan yang memegang bola lurus berada di samping paha.
d.
Posisi bola terletak pada pangkal jari-jari dan telapak
tangan membuat cekungan.
e. Selanjutnya tarik tangan kanan lurus kebelakang.
f. Tekuk kedua lutut dan badan condong kedepan (badan tidak
membungkuk).
g.
Ayunkan tangan yang memegang bola kearah depan,langkahkan
kaki kanan dan luruskan lutut kiri.
3. Melambungkan bola dari atas
kepala
Lemparan bola dari arah atas biasanyadigunakan dari jarak
yang jauh dari pemuykul atau pemain yang berlari, langkah-langkah melempar bola
ke pada pemukul antara lain:
a.
Berdiri dalam sikap siap melempar.
b. Posisi bola terletak pada pangkal jari-jari, ketiga jari-jari berada pada
belakang bola, ibu jari dan jari kelingking berada di samping bola.
c. Tariklah tangan kebelakang bersama dengan gerakan memutar kesamping dan
langkahkan kaki kiri kedepan.
d. Badan condong kebelakang lalu ayunkan tangan yang
memegang bola dari belakang dan lemparkan dengan kaki kanan ikut maju.
A. Teknik dasar
memukul bola
Memukul bola, teknik ini merupakan teknik yang harus
dikuasai setiap pemain karena sebuah pukulan yang dapat menentukan berhasil
tidaknya permainan. Ada beberapa teknik memukul yang harus dikuasai pemain
kasti antara lain:
1. memukul bola mendatar
2. memukul bola merendah atau menyusur
tanah
3. memukul bola atas kepala.
B. Teknik dasar
menangkap bola
Ada beberapa teknik menangkap bola dalam permainan
kasti, teknik ini digunakan oleh pemain penjaga. Berbagai teknik tangkapan
antara lain:
1. Menangkap Bola
Lambung, langkah-langkahnya adalah:
a. berdiri dengan kaki sedikit kangkang, lutut sedikit ditekuk pandangan
mata tertuju kearah datangnya bola.
b. julurkan tangan keatas
depan kepala badan sedikit condong kedepan.
c. kedua telapak tangan membuka menyerupai bunga yang
merekah dan siap menangkap bola, pandangan tetap kebola.
2. Menangkap
Bola Mendatar, teknik menangkapnya sebagai berikut.
a.
berdiri dengan kaki sedikit kangkang, lutut sedikit
ditekuk pandangan mata tertuju kearah datangnya bola.
b. posisi kedua telapak
tangan, kedua lengan lurus kedepan dan tangan kanan atau tangan kiri yang di
atas seperti bentuk tepuk tangan dari atas.
3. Menangkap
Bola Dari Bawah, teknik menangkapnya sebagai berikut:
a. kedua tangan siap menerima
bola dengan berjongkok.
b. jari-jari tangan berada di
bawah sejajar arah bola yang akan datang
c. pandangan lurus kearah bola agar dapat melihat arah bola datang
2. Teknik dasar
berlari
Teknik
berlari merupakan teknik yang dapat dilakukan oleh setiap pemain. Alangkah
baiknya bila teknik berlari bagi pemain kasti di perdalam lagi agar tidak
kecapean bila sedang berlari. Ada beberapa teknik berlari antara lain:
1. berlari lurus
2. berlari zig-zag
Tugas-tugas dalam permainan kasti:
I. PITCHER
Pitcher adalah pemain
yang bertugas melempar bola kepada pemukul.
Bola harus dilemparkan
dengan kuat, cepat dan tepat berada di atas home base.
Untuk mendapatkan
lemparan bola yang keras dan cepat, pitcher harus melemparkan bola dengan
ayunan penuh.
II. CATCHER
Catcher adalah
penangkap belakang yaitu salah seorang penjaga yang ditugaskan khusus menangkap
bola di belakang home base.
III. PEMUKUL
(BATTER)
Ketentuan bagi pemukul (batter) adalah sebagai berikut :
1. Pemukul harus berlari jika :
a. Hasil pukulan pertama strike (baik)
b. Pukulan ketiga tidak kena tetapi wasit mengatakan strike (baik)
c. Pelari waktu lari menuju base dihalang-halangi oleh penjaga, maka
pemukul bebas menuju base yang telah ditentukan oleh wasit.
Jika pitcher sudah empat kali melambungkan bola salah dan
tidak dipukul, maka pemukul dipersilahkan melakukan free walk.
2. Bola baik (strike) meskipun :
a. Dipukul kena atau tidak kena oleh pemukul.
b.
Tidak dipukul oleh pemukul.
c. Dipukul salah (out/keluar) oleh si pemukul.
3. Bola diangkap mati jika :
a.
Bola hilang.
b.
Bola sudah dipegang oleh pitcher dan siap dilemparkan
kepada pemukul.
c. Bola out
Pada waktu bola mati, semua pelari tidak boleh
meninggalkan base yang ditempati.
4. Pelari dianggap mati jika :
a.
Pada waktu lari tidak menginjak base.
b. Melewati pelari yang ada di depannya.
c. Jika base yang dituju telah dibakar oleh penjaga.
d. Mengganggu penjaga yang sedang menangkap bola.
Cara Mematikan Lawan dalam Permainan Bola Kasti:
Cara mengetik yaitu
dengan menyentuhkan bola ke tubuh pemain pemukul sebelum dia mencapai base.
Cara membakar yaitu
dengan menginjakkan kaki pada base yang dituju pelari sambil memegang bola.
Alat dan Bahan Permainan Bola Kasti:
1. Bola
a. Dibuat dari karet atau kulit yang di dalamnya diisi sabut kelapa
atau injuk
b. Ukuran keliling bola 19-21 cm,
c. Berat
30-70 gr atau 70-80 gr,dan
d. Diameternya
20 cm.
2. Pemukul
a. Pemukul
kasti terbuat dari kayu yang berbentuk stik pemukul.
b. Panjang kurang lebih 50- 60 cm.
c. Penampangnya
berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran lebar 5cm dan tebal 3,5cm.
d. Serta panjang pegangan 15-20 cm
Cara Bermain Bola Kasti :
1. Permainan
rounders dimainkan oleh 2 regu, dimana tiap
regu terdiri atas 12 pemain dengan 6 pemain cadangan.
2. Sebelum permainan dimulai, dilakukan
undian. Regu yang
memenangkan undian berhak memilih menjadi regu pemukul atau regu jaga.
3. Pemukul diberi kesempatan memukul sebanyak 3
kali, jika pukulan pertama atau kedua baik, ia harus lari menuju base.
4. Urutan memukul sesuai dengan normor yang telah
ditentukan.
5. Pemukul di belakangnya tidak boleh mendahului
pemukul di depannya.
6. Setiap base hanya boleh diisi oleh satu pemain saja.
7. Setiap regu
pemukul berpindah base, regu jaga boleh mematikan.
8. Cara mendapatkan angka :
Setiap base yang
dilewati pemain mendapat angka 1.
Jika dibakar atau
terkena tik tidak mendapat nilai pada base itu.
Jika dapat kembali ke
ruang tunggu dengan pukulan sendiri dan setiap base selamat maka akan mendapat
angka 6
Aturan
dalam Pertandingan / Permainan Kasti:
1. Gambar
lapangan kasti
2. Pemain
Kasti dimainkan oleh 2 regu tiap regu
berjumlah 15 orang, 3 sebagai cadangan atau pengganti dan 12 sebagai pemain
inti. Regu yang main disebut partai pemukul regu yang jaga disebut partai
lapangan.
3. Tiang
pertolongan
Tiang pertolongan terbuat dari bahan
yang tidak mudah patah, seperti besi, kayu, fiber atau bamboo tiang pertolongan
ditancapkan di tengah lingkaran dengan jari-jari 1 meter dan tinggi tiang
pertolongan dari tanah ialah 1,5 meter, jarak tiang pertolongan dengan garis
pemukul adalah 5 meter dan jarak dari garis samping 5 meter.
4. Tiang hinggap/
tiang bebas
Tiang hinggap dalam permainan kasti
ada dua buah, yang ditancapkan dalam tanah lingkaran berjari-jari 1 meter.
Kedua tiang tersebut di tancapkan dengan jarak 5 meter dari garis belakang dan
10 meter dari garis samping kanan dan kiri. Pemain yang sidah berada di tiang
hinggap aman dari incaran pemain penjaga yang memegang bola selagi pemain
pemukul tidak berpinddah ke tiang hinggap yang lainnya.
5. Nomor
dada
Dalam permainan kasti setiap pemain
harus memakai nomor dada yang terbuat dari kain, terpasamg didepan dada dan
punggung. Nomor dada terdiri atas nomor 1-15, nomor urut 1-12 untuk pemain inti
dan untuk nomor 13-15 untuk pemain cadangan.
6. Lama
permainan
Lamanya
permainan di tentukan dengan dua macam cara yaitu,
a. Pertama ditentukan dengan waktu
Jika
di tentukan dengan waktu maka lama permainan adalah 2 x 20 menit dengan
istirahat 5 menit atau 2 x 30 menit dengan istirahat 10 menit.
b. Kedua dilakukan dengan inning.
Inning ialah jumlah pergantian regu
pemukul menjadi regu penjaga atau sebaliknya. Jika ditentukan dengan cara
inning, jumlah inning dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua regu atau
panitia.
7. Pukulan
benar
Pukulan
dinyatakan benar apabila:
a. Bola setelah dipukul lewat garis
pemukul dan jatuh, atau mengenai benda yang berada di dalam lapangan permainan
b. Bola setelah
di pukul melewati garis pemukul dan jatuh, atau mengenai benda di luar lapangan
setelah melewati bendera atau pembatas setengah lapangan permainan.
8. Pukulan
luput atau luncas
Pukulan
dinyatakan luncas (luput) apabila dalam usaha memukul
kayu pemukul tidak mengenai bola yang dilambungkan oleh pelambung.
9. Pukulan
Salah
Pukulan salah apabila bola setelah di
pukul tapi masih berada di areal pukul atau jatuh diareal pukul. Serta bola
keluar lapangan sebelum melewati garis tengah.
10. Hak Memukul
Hak bagi pemukul antara lain sebagai
berikut:
a. Setiap pemain dari regu pemukul memiliki hak memukul satu kali
pukulan dalam satu kesempatan.
b. Pembebas (velouser) memiliki hak memukul
sebanyak tiga kali, seorang pemukul dinyatakan sebagai pembebas apabila ia
satu-satunya pemain yang ada di ruang bebas.
11. Lambungan
benar
Lambungan
dinyatakan benar apabila:
a. Bola dilambungkan sesuai dengan arah permintaan pemain pemukul.
b. Bola melaju dalam ketinggian antara lutut dan kepala pemain
pemukul.
c. Bola melaju tanpa ada gerakan putaran yang di sengaja.
12. Nilai/
point
a. Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali ke ruang bebas
atas pukulannya sendiri nilai 2. Kejadian tersebut disebut RUN
b. Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali ke ruang bebas
atas bantuan pukulan teman nilai 1
c. Partai lapangan mendapat
nilai satu apabila dapat menangkap bola pukulan lawan sebelum kena tanah.
d. Nilai 2 diberikan apabila seorang pemain dan regu pemukul dengan
pukulannya sendiri dan benar dapat langsung kembali ke ruang bebas tanpa
dimatikan lawan atau dinyatakan mati oleh wasit.
13. Pemain
mati
Seorang pemain dari regu pemukul dinyatakan
mati apabila anggota tubuh selain kepala terkena lemparan bola dari regu
penjaga selama perjalanan, dan pemain mati bila sengaja menerima bola
dengan kepala atas lemparan penjaga.
14. Bola mati
Bola mati adalah bola yang sudah
tidak bisa dimainkan kembali di dalam permainan atau lapangan. Adapun beberapa
bola yang dianggap mati antara lain:
a. Bola dipegang pelambung dan pelambung berdiri pada tempatnya
b. Apabila Pada pukulan salah
atau tidak kena
c. Apabila
bola hilang sehingga dicari tidak ketemu
d. Terjadi Pergantian bebas
15. Pergantian
partai/ pergantian tempat
a. Pergantian Bebas
i. Regu penjaga
berhasil menangkap bola sebanyak 3 kali berturut-turut.
ii. Pembebas
memukul 3 kali salah
iii. Ruang
bebas di bakar oleh regu penjaga
iv. Seorang pelari pada waktu berlari keluar dari
batas lapangan permainan.
v. Pada
saat melakukan pukulan kayu pemukul terlepas dari tangan pemukul dan keluar dari ruang pemukul
vi. Anggota regu pemukul keluar dari ruang bebas
vii. Regu pemukul merugikan lawan
viii. Pemain pelari atau pemukul masuk keruang bebas
melewati garis belakang ruang bebas.
b. Pergantian
Tidak Bebas
Pergantian
tidak bebas terjadi apabila salah seorang dari anggota regu pemukul terkena
lemparan yang sah selama dalam perjalanan menuju ketiang hinggap atau keruang bebas,
dan regu pemkul tidak dapat mengenai regu penjaga kembali pada saat bola bebas.
16. Perwasitan
Wasit berada di luar lapangan baik sebelah kanan maupun kiri, ada pun tugas
wasit serta kode tiupan peluit antara lain:
a. Bila permulaan permainan wasit memanggil kedua kapten dari
masing-masing tim untuk melakukan tos atau siapa yang mulai permainan terlebih
dahulu baik sebagai pemukul maupun penjaga.
b. Mengatur jalannya pertandingan
c. Mengecek kesiapan skoring sit
d. Mengecek nama pemain dan nomor dada
e. Wasit meniup peluit 3 x panjang untuk memulai pertandingan
f. Pada saat memanggil pemain pemukul untuk memukul wasit meniup peluit 3x
pendek.S
g. Pada saat pukulan salah wasit melakukan kode tiupan peluit sebanyak 2x
pendek.
h. Bila terjadi pemain terkena lemparan bola sebelum tiang pertolongan
atau tiang bebas dan ruang bebas, wasit meniup peluit 1x panjang tanda
pergantian bebas.
i. Bila bola
hilang wasit meniup peluit 3x pendek
j. Setelah permainan selesai permainan atau waktu habis wasit meniup
peluit 3x panjang
17. Skoring
sit
Skoringsit adalah pembantu wasit untuk
jalannya suatu pertandingan, tugasnya adalah:
a. mengecek
pemain.
b. menyamakan
nomor dada dengan nama yang ada di skoring sit yang diberikan oleh
masing-masing regu.
c. memanggil pemain yang akan melakukan pukulan.
d. bila ada pergantian pemain skoring sit lah yang bertanggung jawab atas
kecocokan yang ada pada skoring sit tersebut.
e. menghitung
nilai masing-masing regu.
f. menghitung pukulan salah pemain pemukul
Tujuan Bermain kasti Bagi pendidikan Jasmani
Adapun beberapa tujuan dari bermain kasti bagi pendidikan
jasmani antara lain:
1.
Melestarikan budaya olahraga tradisional bangsa kita.
2.
Dapat mengembangkan berbagai macam funsi tubuh.
3. Meningkatkan sikap sportivitas antar pemain atau
teman.
4. Meningkatkan pengetahuan peraturan permainan.
5. Mengembangkan kemampuan penggunaan strategi dan teknik
yang terlibat dalam aktivitas yang terorganisasi.
6. Dapat menjalin hubungan persahabatan dan kerjasama
yang baik.
7. Belajar berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang
lain.
8. Memberikan
saluran untuk mengekspresikan diri dan kreativitas
9. Mengembangkan
kemampuan penggunaan strategi dan teknik yang terlibat dalam aktivitas suatu
permainan.
10. Mendapatkan olahraga yang murah meriah.
3. SOFBOL
Sofbol atau dikenal dengan softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua tim.
Permainan sofbol lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Sofbol merupakan perkembangan dari olahraga
sejenis yaitu bisbolatau hardball.
Bola sofbol saat ini berdiameter 28-30,5 sentimeter; bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran
pemain lawan, yaitu pemukul bola dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang
berjaga (defensif) dan tim yang memukul (ofensif). Tiap tim berlomba
mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir
yaitu home plate.
Terdapat
tiga tipe permainan sofbol:
·
Fast pitch softball merupakan permainan ditentukan oleh
pelempar bola. Pelempar melempar bola dengan kecepatan maksimum, serupa dengan bisbol. Perbedaan
terdapat pada gaya lempar pelempar bola dan cara pelepasan bola. Pelepasan bola
terletak di bawah atau sama dari posisi glove.
·
Modified pitch
softball atau sering dikenal dengan nama modball. Tujuan utamanya adalah
untuk melunakkan aturan-aturan yang dipakai di kategori fast-pitch sehingga pemain-pemain yang belum
terbiasa tidak akan terkejut dengan peraturan-peraturan yang "ketat"
di sofbol seperti strike zone,
jarak antara marka, lamanya permainan dan lain-lain. Kecepatan lemparan
pelempar bola dalam modball berada di antara fast dan slow
pitch. Kecepatan bola dibatasi dengan putaran lengan melebihi bahu.
·
Slow pitch softball memberikan kemudahan bagi pemukul untuk memukul bola.
Pemukul bola diberi bola terus-menerus oleh pelempar bola sampai bisa memukul
bolanya. Lemparan pelempar bola pelan melambung. Permainan ini sering dimainkan
dalam komunitas sosial sebagaimana sebuah kompetisi, tanpa dibatasi
umur dan gender.
Lapangan sofbol berbentuk bujur sangkar. Dibagi menjadi daerah fair (fair territory) dan daerah foul (foul territory). Lebih
jauh dalam daerah fair terbagi menjadi dua bagian, bagian
dalam (Infield), dan bagian luar (outfield).
Di dalam daerah dalam terdapat 4 marka (base). Setiap marka diberi nomor
berlawanan dengan arah jarum jam, dimulai dari marka awal yang disebut home plate, diteruskan dengan
marka pertama, marka kedua dan marka ketiga. Marka berbentuk bujur sangkar
dengan sisi 38 cm (15 inci) yang dibuat sedikit lebih tinggi dari permukaan
tanah. Sudut dari keempat marka membentuk bentuk empat persegi yang disebut berlian (diamond).
Di belakang home plate terdapat batasan yang disebut backstop sejauh 7,62 dan 9,14 meter di belakang home plate.
Jarak lintasan antar marka yang ditentukan
|
Lintasan Fast
Pitch
|
Lintasan Slow
Pitch
|
|
60 kaki (18,29 m)
|
60 kaki atau 65 kaki (19,81 m)
|
Jarak melempar (pitching) fast pitch yang ditentukan
|
Dewasa
|
Di bawah 18
tahun
|
Di bawah 15
tahun
|
|
Puteri
|
Putera
|
Puteri
|
Putera
|
Puteri
|
Putera
|
|
43 kaki (13,11 m)
|
46 kaki (14,02 m)
|
40 kaki (12,19 m) atau 35 kaki
|
46 kaki (14,02 m)
|
40 kaki (12,19 m) atau 35 kaki
|
46 kaki (14,02 m)
|
Jarak melempar (pitching) slow pitch yang ditentukan
|
Dewasa
|
Di bawah 18
tahun
|
Di bawah 15
tahun
|
|
Puteri
|
Putera
|
Puteri (univ)
|
Puteri
|
Putera
|
Puteri
|
Putera
|
|
50 kaki (14,02 m)
|
50 kaki (15,24 m)
|
50 kaki (15,24 m)
|
50 kaki (14,02 m)
|
46 kaki (14,02 m)
|
50 kaki (14,02 m)
|
46 kaki (14,02 m)
|
Peralatan

Bola Sofbol
Minimal peralatan yang dibutuhkan
dalam sebuah pertandingan sofbol termasuk sebuah bola. Sofbol menggunakan bola
berwarna kuning dengan benang grip berwarna merah,
yang sebelumnya berwarna putih dengan grip putih. Sarung tangan (glove) dikenakan oleh
seluruh pemain bertahan untuk menangkap bola, sementara first baseman dan
penangkap bola mengenakan mitt (glove mempunyai
jari, sedangkan mitt tidak). Tongkat pemukul (bat) yang
digunakan dalam pertandingan resmi adalah bat khusus yang
diperuntukkan untuk sofbol.
Ketentuan pemakaian dan kharakteristik bat yang boleh
digunakan tertuang dalam peraturan Federasi Sofbol Internasional. Helm pemukul
bola dipakai untuk melindungi kepala seorang pemukul
bola dari terjangan bola dan cedera, sementara pakaian pelindung (protective
gear) untuk seorang penangkap bola, dan sepatu pool (cleats).
Yang terakhir adalah uniform atau seragam. Tiap pemain menggunakan baju, celana, dan topi yang seragam atau
berwarna dasar sama. Semakin tinggi tingkat pertandingannya, semakin ketat
dalam peraturan seragamnya. Semua peralatan dan perlengkapan itu adalah wajib
bagi setiap tim dalam melaksanakan pertandingan resmi.
Wasit Pertandingan
Dalam pertandingan sofbol terdapat minimal satu orang hingga tujuh orang hakim atau wasit (umpire). Terdapat satu
orang plate umpiredan tiga
wasit marka yang menjaga pertandingan. Selebihnya wasit memantau daerah luar.
Dalam pertandingan fast pitch dihakimi oleh empat wasit (satu plate umpire, tiga wasit
marka). Istilah untuk seorang wasit adalah “blue”, disebabkan seragam mereka selalu berwarna biru. Posisi seorang wasit adalah berdiri di belakang
penangkap bola dan pemukul bola . Berfungsi untuk melihat arah datangnya bola
yang dilempar pelempar bola ke penangkap bola apakah itu strike atau ball.
Wasit juga mengawasi jalannya permainan dengan cermat untuk menentukan
peristiwa yang sebenarnya terjadi dan menjaga agar pemain mematuhi peraturan. Sebagai pemimpin pertandingan adalah Umpire
plate. Karena sifatnya sebagai pemimpin pertandingan, kekuasaan umpire plate dalam sebuah pertandingan sofbol
adalah mutlak, Walaupun dapat diprotes (appealed) keputusannya tidak
dapat diganggu gugat apabila protes yang dilakukan pemain atau pelatih
atau manager team menyangkut ajustment, tapi protes dapat dilakukan dan dapat
diterima apabila protes dilaukan terhadap salah penerapan rules. Jadi ada
permainan yang dapat dilanjutkan dengan protes (game under protes, selengkapnya
dapat dibaca pada Rules Permainan Softball yang dikeluarkan oleh ISF). seorang
wasit dapat mengeluarkan siapa saja baik pemain atau bahkan seorang pelatih keluar lapangan, jika menurut wasit
mengganggu jalannya pertandingan.
Permainan
Sofbol dimainkan oleh dua tim di lapangan sofbol. Setiap tim minimal
memiliki 9 pemain dan selebihnya merupakan cadangan. Permainan terdiri dari 9 babak yang disebut inning. Di dalam satu inning,
tim yang bertanding masing-masing mempunyai kesempatan memukul (batting)
untuk mencetak angka (run). Ketika tim yang menyerang mendapat giliran
memukul, seorang pelempar bola tim bertahan melemparkan bola ke arah penangkap
bola sekencang-kencangnya agar bola tidak dapat dipukul.Tim yang mendapat
giliran memukul bergantian seorang demi seorang untuk memukul bola. Tim yang
berjaga berusaha mematikan anggota tim yang mendapat giliran memukul. Tim yang
mendapat giliran memukul mendapat kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran
memukul digantikan tim yang bertahan.
Skor atau run dihasilkan dari seorang runner berlari menginjak semua marka secara berurutan dan
kembali menginjak home plate.
Setiap pelari yang berhasil mengelilingi dan menginjak home plate mendapat satu angka. Waktu permainan ditentukan oleh inning. Setiap tim mendapat
giliran memukul sampai 3 kali out dan mematikan tim lawan 3 kali out, disebut 1 inning. Dalam tiap pertandingan
sofbol durasi permainan setidaknya 7 inning tergantung situasi, atau lama waktu 2
jam. Setelah menghabiskan inning,
tim yang mencetak angka (run) terbanyak menjadi pemenang.
Jika dalam
inning yang ditentukan waktu sudah habis dan kedua belah tim dalam keadaan seri, inning tambahan dimainkan sampai salah satu tim
keluar sebagai pemenang. Kondisi itu disebut tie
break atau seri. Pada permulaan permainan, tim yang menjadi tuan
rumah (home team) mendapat giliran melempar sedangkan tim tamu (visitor) mendapat giliran memukul.
Pelempar bola
Permainan dimulai pada saat wasit memulai pertandingan dan meneriakkan kata “Play Ball”. Setelah pemain
bertahan memasuki daerah jaganya masing-masing, pertarungan antara pelempar
bola di tim bertahan dan pemukul bola di tim yang mendapat giliran memukul dapat
dimulai. Seorang pelempar bola berdiri di atas plate dan menghadap ke arah penangkap bola.
Pelempar bola akan berusaha melempar bola sekuat tenaga ke mitt penangkap bola. Posisi bola lempar
mempunyai wilayah khusus yang disebut zona strike(strike zone), dimana hasil akhir lemparan terdapat di atas home plate dan tingginya tidak lebih dari dada dan tidak kurang dari lutut pemukul bola. Jika bola dalam zona striketidak terpukul oleh pemukul bola, maka wasit akan
berteriak “strike”. Dan
apabila bola keluar dari zona strike, namun pemukul bola tidak mencoba memukul bola
maka wasit akan berteriak “ball”. Zona strike adalah zona dimana bola dalam wilayah pukul pemukul
bola. Pada saat melempar, pelempar bola akan berusaha membuat bola strike
dengan sekuat tenaga agar pemukul bola kesusahan memukul bola walaupun bola
berada di zona pukulnya. Sehingga tantangan seorang pelempar bola adalah
melempar dengan kecepatan tinggi dan dengan sasaran yang tepat.
Penangkap bola
Dalam satu regu setidaknya memiliki satu orang penangkap bola. Penangkap
bola dilengkapi dengan perlengkapan pengaman dan bertugas menangkap lemparan
pelempar bola. Catcher menggunakan helm (topeng penangkap bola) untuk melindungi kepala dan muka, pelindung tubuh untuk melindungi daerah badan dan pelindung kaki untuk melindungi daerah lutut ke bawah. Posisi penangkap bola adalah
jongkok di belakang pemukul bola. Seorang pelempar bola dan penangkap bola
diharuskan memiliki komunikasi yang baik dengan isyarat-isyarat untuk bekerjasama mematikan seorang
pemukul bola. Seorang penangkap bola kadang adalah pengatur strategi yang baik, karena dalam pertandingan
penangkap bola dapat melihat seluruh situasi yang terjadi di depannya.
Penjaga
Selain pelempar bola dan penangkap bola , tim bertahan memiliki 7 orang
penjaga (fielder) yang terbagi dalam 4 penjaga daerah dalam (infielder)
dan 3 orang penjaga daerah luar (outfielder). Bagian dalam yaitu penjaga
marka satu (pertama), penjaga marka dua (kedua), Penjaga antara marka dua dan
tiga (shortstop), dan penjaga marka tiga (ketiga). Sedangkan penjaga
luar terdapat di sebelah kiri (penjaga kiri), tengah (penjaga tengah), dan kanan (penjaga kanan). Semua penjaga (termasuk
pelempar bola dan penangkap bola) berusaha mematikan 3 orang tim lawan agar
mendapat giliran memukul. Karena run hanya bisa didapatkan dalam posisi
menyerang.
Pemukul bola
Tiap pemukul bola mempunyai kesempatan 3 kali strike dan 4 kali ball. 3 kali strike akan membuat pemukul bola mati “Strike Out”. Dan apabila 4
kali ball maka pemukul bola diperbolehkan jalan bebas ke arah marka satu (free walk). Apabila pemukul
berhasil memukul bola, pemukul bola akan berlari sekuat tenaga mencapai marka
satu sebelum bola pukulannya dikembalikan atau di tangkap oleh penjaga marka
satu. Jika pemukul bola berhasil sampai di marka satu sebelum penjaga marka
satu menangkap bola maka pemukul bola “safe”'. Namun bila penjaga marka satu
lebih cepat menangkap bola, maka pemukul bola “out”.
Terdapat
berbagai macam jenis memukul. Hit, Bunt, hit and run, Steal dan lain-lain. Tergantung situasi yang terjadi saat itu. Berbagai macam jenis hit digunakan sesuai strategiyang akan ditempuh tim penyerang.
Sejarah
Awalnya terdapat beberapa alumni Universitas Yale dan Harvard sedang mendengarkan hasil akhir pertandingan sepak bola Amerika antar Yale dan Harvard di klub Farragut Boat.
Setelah skor akhir diumumkan yaitu kemenangan Yale, seorang alumnus Yale dengan antusias melempar sebuah sarung tinju ke pendukung Harvard. Seorang dengan reflek mengambil sebuah tongkat
dan memukul ke arah sarung tinju itu. Melihat hal itu memberikan sebuah ide
seorang reporter Chicago Board of Trade, George Hancock. Dia menyarankan untuk
membuat sebuah permainan di dalam ruangan dengan bola yang dibuat
dari sarung tinju yang dilempar tadi. Dia mengambil sarung tinju itu dan
mengikatnya dengan erat memakai sebuah tali, supaya menyerupai bola. Kemudian
dengan beberapa buah kapur, Hancock menandai lantai Farragut Boat menyerupai
lapangan bisbol.
Sebagai pemukul digunakanlah sebuah sapu. Tim dibagi menjadi dua dan
Hancock meneriakkan kata-kata “Play
ball”, maka dimulailah permainan itu dengan skor akhir 44-40. Semenjak itu
permainan bisbol versi dalam ruangan dikenal. Dinamakan indoor baseball. Karena
bentuk bola yang berubah-ubah. Nama sofbol sebelumnya menyesuaikan materialyang digunakan untuk membuat bolanya, jadilah nama-nama
yang digunakan waktu itu yaitu kitten
ball, army ball, mush ball, dan
juga indoor-outdoor,
recreation ball, danplayground
ball.
Di awal abad ke-20 sofbol mulai dimainkan di luar ruangan sebagaimana
dilakukan di dalam ruangan. Tahun 1908 organisasi amatir untuk permainan baru ini
(National Amateur Playground Ball Association of the United States)
mengatur olah raga ini untuk dimainkan di luar ruangan menggunakan bola yang
lebih besar. Tahun 1923 Kongres Rekreasi Nasional (the National Recreation
Congress) meminta komisi untuk menstandardisasi olah raga ini, dan tahun 1926
nama "softball" digunakan walaupun belum diresmikan.
Pada tahun 1933, kejuaraan dunia pertama dilaksanakan dalam lindungan
Asosiasi Sofbol Amatir Amerika (Amateur Softball Association of America)
dimana telah digunakan sebagai peraturan pokok di Amerika. Juara untuk sofbol kelas pria pada saat
itu adalah J. L. Gills dari Chicago, dan juara kelas wanita yaitu Great Northerns
dari kota yang sama. Walaupun kejuaraan yang dipertandingkan adalah amatir,
mereka biasa di sponsori oleh organisasi industri di wilayahnya.
Sejak tahun 1933 “softball” telah menjadi sebuah nama resmi. Dan
pada tahun 1934, pembentukan peraturan bersama untuk lebih jauh memberikan
standardisasi peraturan sofbol. Sudah banyak perubahan peraturan sejak saat
itu, khususnya pada tahun 1946, dimana terdapat perubahan jumlah pemain dalam
satu tim dari 10 ke 9 orang. Pemain ke sepuluh dinamakan “shortfielder” pada saat itu bertugas sebagai penjaga
daerah dangkal bagian luar yang menjelalajah di belakang dalam. Tahun 1950
jarak antara pitcher’s plate dan home
plate ditambah untuk putera dari
43 kaki ke 46 kaki (13.114 meter).
Dilihat dari segi partisipan, sofbol telah berkembang menjadi olahraga tim
yang besar dan digemari. Lapangan yang lebih kecil tersedia. Baik wanita maupun
pria , dapat memainkannya. Lebih jauh pria di luar usia atlet dapat memainkan
sebagai kegiatan di luar permainan resmi seperti piknik atau dalam komunitas sosial tanpa melalui pemanasan dan latihan rutin
yang diperlukan, sejenis dalam bisbol.
Pada tahun 1960an, sebagian dari 125,000 tim telah terdaftar di Asosiasi
Sofbol Amatir Amerika. Dan mengadakan enam kejuaraan nasional
tiap tahun. Ini tidak termasuk anggota pria maupun wanita yang bertanding dalam
kompetisi tidak resmi. Di Negara lain sofbol juga menjadi olahraga yang
digemari baik pria wanita tua maupun muda.
Pada tahun 1949, tim Kanada, Toronto's Tip Top Tailors, memenangi kejuaraan internasional yang
dilakukan secara berkala oleh Asosiasi Sofbol Amatir dan merupakan kompetisi
pertama yang benar-benar merupakan kejuaraan tingkat dunia untuk putera.
Diadakan tahun 1966 dibawah sponsor dari Federasi Sofbol Internasional (International Softball Federation). Australia memenangkan kejuaraan pertama untuk wanita
tahun 1965.
Badan inilah yang akhirnya membuat peraturan-peraturan yang menyangkut
permainan olahraga sofbol yang berlaku di seluruh dunia,
termasuk Indonesia pada saat ini. Naskah aslinya tertulis
dalam bahasa Inggris, dan diterjemahkan oleh negara-negara anggotanya.
Terbentuknya Federasi Sofbol Internasional itu, maka
memungkinkan diadakannya pertandingan antar negara yang bersifatinternasional. Kemudian diselenggarakan
kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional, regional dan dunia.
Kejuaraan Internasional Sofbol paling bergengsi saat ini adalah Kejuaraan Sofbol Dunia (World Cup of Softball) yang
diselenggarakan oleh Amateur Softball Association dibawah naungan International Softball
Federation.
Negara-negara anggota ISF yang memasuki babak kualifikasi tiap tahun
mengirimkan kontingennya untuk bertanding. Setalah lolos kualifikasi, sejumalah
6 negara akan bertanding satu sama lain (5 pertandingan). Dan 2 tim terbaik
akan bertanding untuk memperebutkan posisi juara one-game-winner-take-all
championship.
Juara
terdahulu:
·
2006- Amerika
Serikat 5 Jepang 2
·
2007- Amerika
Serikat 3 Jepang 0
Sofbol Indonesia
Sebelum perang kemerdekaan sofbol sudah ada yang
memainkan di Indonesia, namun sifatnya masih sangat terbatas.
Yaitu hanya dimainkan di sekolah-sekolah tertentu saja. Pada mulanya ada
anggapan bahwa permainan olahraga sofbol hanya pantas dimainkan oleh
golongan wanita saja. Hal ini terus berlangsung sampai tahun 1966. Oleh
karenanya sampai tahun itu, sofbol hanya dimainkan oleh puteri. Ketika Asian Games Bangkok, terbukalah mata kita bahwa sebenarnya olahraga
sofbol itu dapat dimainkan baik oleh puteri maupun putera. Pada waktu itu
putera-putera kita, masih menyenangi olahraga bisbol.
Melihat perkembangan sofbol sedemikan cepatnya dan adanya kompetisi antara
negara setiap tahunnya. Timbul perhatian kita terhadap cabang olahraga ini
secara serius. Mulanya sofbol hanya berkembang di Jakarta, Bandung, Palembang, Semarang dan Surabaya. Tetapi kini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang yang sangat digemari masyarakat,
terutama para pelajar dan mahasiswa. Untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan sofbol
di Indonesia, diperlukan suatu badan yang mengaturnya, maka dibentuklah
Organisasi Induk dengan nama PERBASASI (Perserikatan Baseball & Sofbol Amatir Seluruh Indonesia). Dengan adanya wadah PB. PERBASASI ini mulailah diadakan kompetisi sofbol tingkat nasional.
Kejuaraan Nasional I diselenggarakan tahun 1967 di Jakarta. Di samping itu sejak PON VII di Surabaya, sofbol menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.
Liga Sofbol Indonesia (LSI)
Dalam upaya lebih memperkenalkan olahraga sofbol di kalangan masyarakat, PB Perbasasi membentuk Liga Sofbol Indonesia. LSI diselenggarakan pertama kali pada tahun
2004. Putaran pertama diadakan di Jakarta pada bulan Mei 2004, sedangkan putaran kedua
berlangsung di Bandung, Juli 2004. Putaran ketiga liga yang diikuti enam
klub berlangsung di Surabaya, tanggal 26-27 November 2004. Seluruh klub
peserta liga saat ini masih terbatas beberapa klub. Mereka adalah Citra Muda,
Prambors, Garuda, Rebels (Jakarta), Gorgeous, NISP, Bumi Asri (Bandung), Sriti (Surabaya), Smanda (Lampung), dan Pirates (Kaltim)
Bagi kalangan sofbol, Liga Sofbol Indonesia atau LSI merupakan pertandingan bergengsi menuju
semipro. Selain pemain Indonesia, klub-klub peserta LSI dapat menggunakan pemain asing dalam
timnya. Saat ini peraturan mengenai pemain asing membolehkan Jumlah maksimal
pemain asing yang dapat memperkuat sebuah
klub ialah lima atlet. Namun hanya tiga pemain yang dapat menjadi
pemain inti, sedangkan dua pemain lain yang menjadi cadangan hanya bisa
menggantikan pemain asing.
4. TENIS
MEJA
Tenis
meja, atau ping
pong (sebuah merek dagang), adalah suatu olahraga raketyang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan
(untuk ganda) yang berlawanan. Dihttp://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Cina”>Republik
Rakyat Cina, nama resmi olahraga ini ialah “bola ping pong”
(http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Tionghoa”>Tionghoa : 乒乓球; Pinyin : pīngpāng qiú). Permainan ini menggunakan raket yang
terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bat,
sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga
tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia)[1] dan di dunia adalah
ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 215
negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961
Peralatan Permainan
Raket
Raket terbuat dari
lapisan kayu tipis yang pada permukaannya dilapisi karet khusus. Ukuran
panjangnya adalah 6.5 inchi (16.5 cm) dan lebar 6 inchi (15 cm). Lapisan tipis
ini bisa di tambahkan lapisan fiber glas, karbon atau bahan lain sehingga bat
menjadi ringan dan tahan getar.
Bola
Bola tenis meja
berdiameter 40 mm berat 2,7 gram.[3] Biasanya berwarana putih atau orange dan terbuat dari
bahan selluloid yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila djatuhkan dari
ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 24-26
cm. Pada bola pingpong biasanaya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga
bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari
bola tersebut yang biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.
Meja lapangan
Pegangan forehand
Cara bermain :
Permainan
tunggal
·
Setiap bola mati
menghasilkan nilai satu.
·
Servis berganti pemain
setiap mencapai poin kelipatan 2.
·
Pemegang servis bebas
menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
·
Permainan satu set
berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila
mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
·
Apabila terjadi deuce,
permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16
Permainan ganda
- Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
- Servis bergantian setiap poin kelipatan 2.
- Pemain bergantian menerima bola dari lawan
- Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang
kamar sebelah kanan lawan.
- Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai
nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan
set.
- Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih
nilai adalah 2. misal: 13-11, 15-17
Ini adalah salah satu tugas est dari
Pak Mulyono selaku guru mata pelajaran olahraga ketika kaki est masih belum
bisa berjalan dan pada saat itu pula est engga pernah mengikuti jam pelajaran
olahraga di alun-alun Rangkasbitung.